it's okay not to be okay
Adakah yang sudah pernah menonton
film Inside Out? Atau malah belum menonton?
Kalau belum menonton ada baiknya
nonton dulu atau minimal melihat sinopsisnya di Wikipedia ya teman-teman. Film
produksi Pixar Disney tersebut berbeda dari yang lainnya. Malah menurutku yang
harusnya menonton adalah orang dewasa atau remaja. Hal tersebut dikarenakan alur
ceritanya mengenai emosi. Di film tersebut digambarkan 5 emosi dasar manusia
dan benar bahwa otak memproduksi emosi yang tepatnya berada di amigdala.
Dimulai dari masa kecil sang
tokoh yang masih merasakan emosi tunggal saja, sedih gak bercampur dengan marah
ataupun bergembira. Namun semakin dewasa emosi tunggal tersebut akan berkembang
menjadi hal yang lebih kompleks dan dijelaskan secara gamblang di film tersebut
dimana gongnya saat sang tokoh merasakan gabungan emosi untuk pertama kalinya
yaitu terharu (gabungan emosi bahagia dan sedih) and so on. Anak tersebut
akhirnya tahu bahwa sedih tak selamanya buruk. Sesuai dengan judulnya i would like to say, it’s okay to be not
okay.
Mungkin diantara kita pernah atau
bahkan sering merasa sedih atau bahkan marah namun lingkungan malah mengatakan
hal yang berkebalikannya. Aku rasa itu normal karena selama ini kita di atur
dengan adanya norma, budaya dan lain-lain. Tapi menjadi sedih tidak selamanya
salah dan buruk kok, justru dengan memiliki perasaan sedih, it a good sign. Rasa sedih bisa muncul karena banyak hal salah
satunya adanya rasa sakit atau pain. Rasa sakit tersebut bersumber dari mana
saja, it may triggered by any receh situation
tho. Sama dengan humor, sedih juga bisa muncul karena hal receh juga (menurut
pandangan orang lain).
Tapi gak papa, tugas kamu dan aku
sebagai manusia adalah merasakan segala jenis emosi. Thats totally normal even you are a boy who will cry someday. Nangis,
sedih atau merasa lemah itu normal banget sist, bro. Justru yang bahaya ketika
kamu gak bisa peka dengan rasa sakit sehingga hilang perasaan sedih itu. Kalau kejadiannya
seperti itu, better go to the professional.
“Tapi kak kalau emosian atau sedih itu aku nanti dinilai buruk?”
None of their business darling, just released your emotion in a good
way. Aku yakin setiap individu itu belajar caranya mengendalikan diri dalam
menghadapi berbagai persoalan hidup. It may
influenced by personality traits and
environment.
Sedikit cerita, dulu aku termasuk
orang yang easy to warm up (sampai sekarang juga masih) dan susah sekali merasa
sedih. After all that years i struggling
and i think that sad and anger is part of my life, i have to know how to deal
with it. Cara aku sampai sekarang ya mencoba merasakan sedih, kecewa dan
marah tersebut. Mungkin terlihat emotional
focus coping banget ya (salah satu cara menghadapi stress atau coping),
tapi cobain deh ketika kamu bersedih rasain sedihnya dan berjanjilah pada
dirimu kalau bisa mengatasi sedih itu tanpa
berpikir kata orang.
Selain itu hampir semua agama mengatakan
bahwa, berserah dirilah dan berpasrahlah maka tuhan akan menolongmu.
It’s okay not to be okay
Tapi jangan lama-lama ya.
Komentar
Posting Komentar