love talk- pertemuan pertama


Pertemuan pertama memainkan hati mu dan memeras ego mu.
Mungkin disini banyak banget yang masih inget pertemuan pertamanya dengan seseorang.
Pertemuan yang mungkin kamu tunggu-tunggu. Soalnya setelah bermain dengan ekspektasi dan khayalan indah babu, akhirnya lo melihat sosok yang selama ini Cuma ada di pikiran doang. Sosok selama ini mungkin menjadi penabur benih deg-degan dan tanpa sadar membuat lo tersenyum pas dia menghubungi lo. Pertemuan pertama bisa terjadi dengan siapa aja ntah bertemu pertama kali dengan pacar, calon pacar kemudian jadi mantan *lah, calon gebetan ternyata gak jadi karena dia ilfil dan bahkan ketemu sama calon mertua (alhamdulillah udah).


Tapi, ada pertemuan pertama yang dikenang dan menjadi biasa aja karena gak spesial. Pertemuan pertama dengan orang yang akan menjadi penting di hidup lo sejatinya merupakan bukti nyata bahwa your whole body will do the best for that moment.
Mulai dari pusing mikirin baju apa, ketemuan dimana,  duh am i deserve to meet you? Atau aduh orangnya aneh gak ya, idungnya lobangnya dua apa satu ya? Nah hal-hal kayak gini yang menjadi bumbu pertemuan pertama lo dengan seseorang.

Okay, mulai kali ini gue spesifikan pertemuan pertama dengan seseorang. Kenapa seseorang?
Bayangkan kamu bertemu dengan kang gojek, itu menjadi pertemuan pertama juga kan? *bhay
Gak gak..

Pertemuan pertama yang spesial aja. Walaupun sebenernya pasti ada space tertentu di hati untuk tiap pertemuan pertama yang berkesan.
Setiap adanya pertemuan pertama, pasti ada yang berlanjut sampai kedua, ketiga atau bahkan stop di pertemuan pertama aja. Itu sih yang paling sedih cuma bertemu di pertemuan pertama doang.
Faktor yang mempengaruhinya banyak, dia yang gak punya interest sama, berekspektasi lebih, atau ternyata aduh orangnya gak banget.

Yeaa pada pertemuan pertama EKSPEKTASI  berperan penting dalam keberhasilan. So, teori ekspektasi yang tidak berlebih berbanding lurus dengan tingkat kekecewaan itu bener dan mungkin harus sering kalian lakukan gaess. Jangan kemakan ekspektasi dan harapan kalian soal pertemuan pertama bakal seindah atau sengeselin kayak di drama korea.

Selain ekspektasi pertemuan pertama juga dibarengi dengan impresi. Nah hal ini kayak final assesment, kalau, ini orang layak gak diajak ketemuan lagi, atau malah berakhir sampai disini aja.
Seringkali impresi sebelum bertemu, mendatangkan harapan dan terkadang harapannya malah ketinggian.

Admit it.
Tapi, ketika impresi tersebut berhasil maka hal itu akan mempengaruhi kamu menilai seseorang selamanya. Gak selamanya juga. Jadi misalnya impresi kita udah jelek banget, yaudah ada ilfil-ilfil dikit lah. Sebaliknya jika bagus, udeh mau dia setelah sering ketemu lo jadi compang-camping juga bakal keliatan baik-baik aja.

Setelah berekspektasi, kemudian impresi tercipta, maka selanjutnya apa?
Mengenal lebih jauh. Kalau mengenal lebih jauh gue gak bisa bicara banyak. Biarlah orang yang baca yang mengenang, how you know him/her deeply *bahasa apa woy.
Semoga ekspektasi dan impresi ini menjadi awal yang baik untuk mengenal lebih jauh.
Hehe hehe hehe




Komentar

Postingan Populer