aku, 2 tahun yang lalu

Hai hai, 
Sesuai janji di postingan tadi. (((Tadi banget ga tuh))) 

Mari menceritakan keadaan gue 2 tahun yang lalu. Well, mungkin banyak yg masih tau kalo di tahun itu kehidupan gue sangat diacak2 oleh keadaan. Pandemi yg merenggut waktu sampai usaha gue untuk menyelesaikan sekolah S2 menemui titik tak berujung. 

Tya di 2 tahun lalu sibuk berhadapan dg dirinya dan pikirannya yg kerap kali negatif. Ya siapa yg menganggap pandemi sebuah berkah sih ya. 

Ditambah masalah keluarga yg makin memuncak dan seperti biasa ditinggal sendirian dalam keadaan sedih itu gak pernah enak gengs. 

Tapi satu yg bukan berkah tapi buah dari kegilaan menerjang badai pandemi awal2 covid yaitu saat itu gue bisa pulang ke rumah dalam waktu yg lama karena lockdown. 

Di waktu ini jg gue sibuk juggling berusaha membahagiakan diri sendiri, berusaha gak iri saat melihat progress hidup orang lain tapi juga gak mau ngerepotin orang buat dengerin curhatan gue. 

Di tahun 2020 juga gue berusaha untuk tetap waras dan ya well at least gue survive sampai di tahun 2021.
Perasaan gue saat itu ya udah agak lupa sih kl mau diceritain detail..

Tapi, gue berusaha banget untuk membahagiakan diri ini di tahun itu. Kalo diinget2 agak bego juga ya, kita ga bisa selalu bahagia dan berusaha demikian itu agak ambi serta menyiksa diri.

Karena bercerita lebih dalam membuka luka dan ya suka bingung jg siapa yg akan peduli alias opsoyo. 
Maka aku tutup saja tulisan kali ini dengan lafaz hamdallah tahun 2020 terlewati.


Sekian dan hore tya bisa keluar dr tahun 2020 yg durjana itu. 


Komentar

Postingan Populer